Showing posts with label Bakteriologi. Show all posts
Showing posts with label Bakteriologi. Show all posts

11/20/14

Pengertian bakteriologi

Bakteriologi merupakan ilmu yang mempelajari kehidupan dan klasifikasi bakteri. Bakteriologi dapat dikatakan juga sebagai biologi bakteri. Di dalamnya dipelajari struktur anatomi sel bakteri, klasifikasi, cara kerja sel bakteri, interaksi antarsel bakteri, dan juga tanggapan bakteri terhadap perubahan pada lingkungan hidupnya. Bakteriologi merupakan satu bagian penting dalam mikrobiologi.
Bakteri memiliki nilai ekonomi penting dalam kehidupan manusia dan demikian pula bakteriologi. Pengetahuan dalam cabang ilmu ini bermanfaat dalam pengobatan, higiene, ilmu pangan dan gizi, pertanian, dan industri (terutama industri fermentasi).

8/28/14

Instruksi Kerja Pengambilan Sampel Sputum BTA

a.      Pengertian        :    Tata cara pengambilan sampel sputum untuk  pemeriksaan  BTA ( Basil Tahan Asam)
b.      Tujuan                : Agar pengambilan sampel sputum dapat dilakukan dengan baik dan benar, serta diperoleh sampel yang representatif
c.      Kebijakan          :    Setiap sampel sputum diberi identitas sampel 1,sampel 2, dan sampel 3
d.      Instruksi Kerja   :
1)    Pengambilan Sputum Sewaktu
a)    Hanya dilakukan sekali pengambilan dahak
b)    Pasien disuruh mengeluarkan dahak di kamar mandi
c)    Dahak atau sputum ditampung pada pot dan ditutup
d)    Sputum yang ada dikirm ke bagian bakteriologi bersama surat pengantarnya
2)    Pengambilan Sputum SPS (Sewaktu, Pagi, Sewaktu) 3x
a)    Pasien diberi arahan cara mengeluarkan dahak bukan air liur
b)    Pot atau cup diberi label 1, 2, 3 dan nama pasien
c)    Sputum ditampung pada pot pagi hari, sewaktu dan pada saat hendak mengirim sampel ke laboratorium
d)    Sputum yang dikirim ke bagian Mikrobiologi bersama surat pengantarnya

8/27/14

MEDIA Bag 1

Media adalah perbenihan atau media yaitu campuran bahan-bahan tertentu dengan aquadest yang dapat menumbuhkan bakteri, virus, jamur, atau parasit,dengan derajat keasaman dan inkubasi tertentu. Disini diuraikan mengenai media untuk Bakteri.

Menurut Fungsinya media dibagi beberapa menjadi beberapa kelompok, yaitu :
  1. Media transport :Media untuk pengiriman/membawa bahan pemeriksaan bakteriologis
  2. Media penyubur (Enhricment Media) : Media untuk memperbanyak/pertumbuhan
  3. Media Selektif : Media yang dapat digunakan untuk memisahkan memilih satu jenis bakteri dari koloni-koloni yang lain.
  4. Media Differensial : Media yang komposisi kimiawinya dapat member ciri kusus Pada genus bakteri tertentu
  5. Media Penyimpanan : Media yang digunakan untuk subkultur atau pemeliharaan bakteri.
  6. Media identifikasi : Perbenihan yang digunakan untuk menentukan jenis bakteri/identifikasi.Biasanya digunakan beberapa media bersama-sama

'Enrichment Media
Perbenihan yang digunakan untuk memperbanyak bakteri/menumbuhkan bakteri menjadi lebih banyak.
1. Geolliti
Kegunaan : Enrichment media khusus staphylococcus (terutama bakteri Staphylococcus aureus)
Prinsip kerja : Pertumbuhan staphylococcus dinaikan oleh piruvat, glysin, dalam konsentrasi manitol yang tinggi, kontaminasi dari gram negative dihambat lithium clorida,sementara kontaminasi gram positif lain dihambat oleh tellurit. Micrococcus di cegah sampai derajat tertentu karena kondisi anaerob.pertumbuhan Staphylococcus dapat diketahui denangan timbulnya warna hitam pada media karena reduksi tellurit menjadi methalik tellurium.
Kandungan : potassium tellurit trihidrat
Hasil positif (tersangka) : warna media berubah menjadi hitam.
Foto : Geoliti yang belum di tumbuhi bakteri
Foto : Geolliti tersangka Bakteri S. aureus
Tersangka Bakteri S. aureus : diperkirakan di tumbuhi bakteri S. aureus harus dilanjutkan ketahap identifikasi.
Cara Kerja:
  1. Sampel padat yang telah dihomogenkan dengan NaCl atau sampel cair (dapat langsung di gunakan, dimasukan kedalam tabung yang telah berisi Giolliti1ml.
  2. Inkubasi 24 jam suhu 37C
  3. Lihat warna pada media
  4. Apa bila apabila warna media menjadi hitam pemeriksaan lanjutan dilakukan.
Pembuatan :
190 ml (atau kelipatan 19 ml)/1000ml X 55 gram = berat serbuk.
Untuk 190ml aquades serbuk 10,45 gram(dilarutkan),sterilkan dengan autoclave 121C 20 menit.Suam-suam kuku ditambah Kalium Tilurit 1%(0,1ml untuk 19 ml media). Masukan kedalam tabung rekasi yang telah disterilkan( sterilisasi dalam oven suhu 120C selama 24 jam) diatas diberi parafindan ditutup kapas putih.
*Tutup tabung : kapas putih
2. Pepton Alkalis
Kegunaan :Enrichment Media khusus (Vibrio cholera).
Kandunang : pepton, NaCl
*Tutup tabung: Kapas kuning
Hasil positif (tersangka) : media menjadi keruh
Foto : Pepton tersangka Bakteri V. cholera
Cara Kerja :
  1. Sampel padat yang telah dihomogenkan dengan NaCl atau sampel cair (dapat langsung di gunakan, dimasukan kedalam tabung yang telah berisi alkalis pepton 1ml.
  2. Inkubasi 24 jam suhu 37C
  3. Lihat warna pada media
  4. Apa bila apabila warna media menjadi keruh(tersangka V. cholera) pemeriksaan
    lanjutan dilakukan.
3. Selenite
Kegunaan : Enrichment media bersifat khusus/selektif (bakteri : Salmonella)
Prinsip kerja : selenite menghambat pertumbuhan bakteri coliform enteric dan enterocccus,sebagian besar pada saat 6-12 jam pertama dari inkubasi. Salmonella, proteus, pseudomonas tidak dihambat.
Kandungan : pepton dari daging, laktosa, sodium selenitte, dipotassium hydrogen phospatase, potassium dihidrogen phospatase.
*Tutup tabung : Kapas putih ungu
Hasil positif (tersangka) : keruh
Foto : Selenite yang belum di tumbuhi bakteri
Foto :Selenite tersangka Bakteri Salmonella
Cara Kerja :
  1. Sampel padat yang telah dihomogenkan dengan NaCl atau sampel cair (dapat langsung di gunakan, dimasukan kedalam tabung yang telah berisi selenit 1ml.
  2. Inkubasi 24 jam suhu 37C
  3. Lihat warna pada media
  4. Apa bila apabila warna media menjadi keruh (tersangka Salmonella) pemeriksaan lanjutan dilakukan
4. Cook Meat Medium(CMM)
Kegunaan : Enrichment media bersifat khusus ( Bakteri : Clostridium sp.)
Prinsip kerja : Ciran paraffin menyediakan kondisi pertumbuhan yang baik untuk mikroorganisme anaerobic.
Kandungan : daging sapi hati, campuran pepton, NaCl
*Tutup tabung :Kapas putih
Hasil positif (tersangka) : Daging terangkat(sakarolisa) atau hancur (proteolisa)
Cara Kerja : CMM tersangka Clostridium (Kemungkinan sangat besar)
  1. Sampel padat yang telah dihomogenkan dengan NaCl atau sampel cair (dapat langsung di gunakan, dimasukan kedalam tabung yang telah berisi CMM 1ml.
  2. Inkubasi 24 jam suhu 37C
  3. Lihat warna pada media
  4. Apa bila apabila Daging terangkat atau hancur pemeriksaan lanjutan dilakukan.
5. Brain Heart Infrusion (BHI)
Kegunaan : Untuk pertumbuhan bermacam-macam mikroorganisme phatogenik(bakteri).
Prinsip kerja : Berisi irisan kecil dari jaringan otak dan dapat digunakan untuk menumbuhkan banyak bakteri seperti streptococcus, staphylococcus,
Kandunan : Nutrien substrat, glukosa, NaCl, Dinatrium hydrogen phospat
*Tutup tabung : Kapas Putih biru
Hasil positif (tersangka) :Media berubah menjadi keruh
Foto: BHI yang belum di tumbuhi bakteri
Cara Kerja :BHI yang ditumbuhi bakteri (karena bersifat Universal)
  1. Sampel padat yang telah dihomogenkan dengan NaCl atau sampel cair (dapat langsung di gunakan, dimasukan kedalam tabung yang telah berisi BHI 1ml.
  2. Inkubasi 24 jam suhu 37C
  3. Lihat warna pada media
  4. Apa bila apabila warna media menjadi keruh pemeriksaan lanjutan dilakukan.

MEDIA Bag 2

Selektif dan Diferensial Media
 
Media Perbenihan yang dapat digunakan untuk memisahkan koloni satu jenis bakteri dari koloni-koloni lain serta dapat memberi ciri yang khas untuk bakteri golongan tertentu. Dibawah ini adalah contoh dari selektif dan differensial media:

Blood Agar Plate (BAP)
Kegunaan:
Untuk isolasi dan pertumbuhan berbagai macam mikroorganisme,terutama
yang phatogen dan menetapkan bentuk hemolisa dari bakteri-bakteri tersebut.

Prinsip kerja: 
Media kultur ini kaya nutrient yang menyediakan kondisi pertumbuhan yang optimal untuk semua mikroorganisme yang relefan.Ph 6,8 menstabilkan sel darah merah dan menyokong bentuk zona hemolisa yang jelas. Darah kambing yang di defibrinasi yang segar adalah yang paling cocok untuk menentukan bentuk hemolisis.

Kandungan: 
Nutrien substrat (ekstrak hati dan pepton), NaCl, Agar-agar, Darah kambing

Cara Kerja:
  1. Suspensi bakteri ditanam dengan cara goresan sejajar pada empat kudaran media.
  2. Inkubasi 24 jam suhu 370C
  3. Lihat ciri-ciri koloni.
  4. Koloni (ingin diperiksa) yang terpisah dapat digunakan untuk pemeriksaan lanjut.
Cara pembuatan:
Larutkan 40 g/L, autoclave (min15 pada suhu 1210C) didinginkan sampai suhunya 45-500C tambah darah yang di defibrinasi campurkan. PH 6,8 ± 0,2 pada suhu 250C
Sebelum penambahan darah, media berwarna bersih coklat kekuning-kuingan, darah berwarna merah dan tidak hemolisis.
Bakteri hemolisa B : S.aureus, S.pyogenes, B.cereus,Cl. Perfringen
Bakteri hemolisa a : K. penumonia
Media selektif bersifat umum untuk bakteri gram positif dan gram negative.

Gambar : BAP yang ditumbuhi bakteri.

Mac Conkey "M"
Kegunaan: 
Media selektif dan differensial untuk bakteri gram negative batang

Prinsip kerja: 
Garam empedu dan Kristal violet menghambat pertumbuhan bakteri gram positif. Laktosa dan PH indicator merah netral digunakan untuk mendeteksi penurunan laktosa (bakteri yang dapat memfermentasikan Laktosa atau tidak)

Kandungan:
Pepton dari kasein, pepton dari daging, NaCl, campuran garam empedu, merah netral, Kristal violet, agar-agar.
  1. Suspensi bakteri ditanam dengan cara goresan sejajar pada empat kudaran media.
  2. Inkubasi 24 jam suhu 370C
  3. Lihat ciri-ciri koloni.
  4. Koloni (ingin diperiksa) yang terpisah dapat digunakan untuk pemeriksaan lanjut.
Cara pembuatan:
Larutkan 50g/L, autoclave 15 menit 1210C, tuangkan pada plate, PH 7.1 ± 0.2 pada suhu 25 0C

Gambar : Mac Conkey agar plate yang ditumbuhi bakteri.

Manitol Salt Agar (MSA)
Kegunaan: 
Madia selektif dan differensial media bersifat yang bersifat khusus (bakteri tertentu),untuk mendeteksi bakteri Staphylococcus petogen ( S. aureus)

Prinsip kerja: 
Hanya mikroorganisme yang tahan terhadap garam yang dapat tumbuh pada media ini, karena konsentrasi garamnya yang tinggi.Penurunan dari manitol, warna berubah dari merah menjadi kuning penanda Staphylococcus yang phatogenic s. aureus( koloni kecil )

Kandungan: 
Pepton, ekstrak daging, manitol, sodium klorida, manitol, phenol red,agar2.
Hasil Positif (tersangka) : koloni kecil warna media di sekotar koloni berubah dari merah menjadi kuning.

Cara Kerja:
  1. Suspensi bakteri ditanam dengan cara goresan sejajar pada empat kudaran media.
  2. Inkubasi 24 jam suhu 370C
  3. Lihat ciri-ciri koloni.
  4. Koloni (ingin diperiksa) yang terpisah dapat digunakan untuk pemeriksaan lanjut.
Cara pembuatan:
Larutkan 108 g/L autoclave (15 menit pada suhu 121 0C),tuang pada plate PH 7.4 ± 0.2 pada suhu 25 0C.
Staphylococcus aureus mampu memfermentasikan media ini(merah menjadi kuning).

Gambar : MSA agar yang ditumbuhi bakteri yang dapat mefermentasikan manitol,

TBX

Kegunaan : Media selektif khusus untuk bakteri E. coli

Gambar : TBX yang di tumbuhi bakteri E. coli

TCBS (Thiosulfate Citrat Bile Sucrose agar)
digunakan untuk isolasi dan pertumbuhan selektif dari Vibrio cholera dan vibrio enterophatogenic yang lain.

Prinsip kerja:
konsentrasi thiosulfat dan citrate dan dan kuatnya alkalinitas dari media ini sebagian besar menghambat pertumbuhan enterobactericeae. Empedu lembu jantan dan coklat terutama menekan enterococci. Beberapa bakteri colifirm, yang mungkin bisa tumbuh tidak metabolisme sucrose. Hanya sedikit strain proteus yang sucrose positif ddapat tumbuh berwarna kuning seperti koloni Vibrio.Pencampuran indicator bromothymol-biru menubah warna menjadi biru, kemudian asam dibentu meskipun di media yang alkalinitasnya kuat.

Kandungan: 
pepton dari kasein, pepton dari daging, ekstrak yeast, NaCl, sucrose, sodium chloride, empedu lembu jantan,sodium choklate,iron (III) citrat
Agar-agar.

Pembuatan:
Larutkan 88g/L dan tuangkan ke plate.
Jangan diautoclave PH 8.6±0.2 pada suhu 25 0C.
Gambar : TCBS yang ditumbuhi bakteri V. cholera

SS( Shalmonella Shigella)

Kegunaan: 
Untuk isolasi salmonella dan shigella.

Prinsip kerja: 
Briliant green,dan empedu lembu jantan dan konsentrasi tinggi thiosulfat dan citrate sebagian besar menghambat mikroba yang mengiringi.sulfida yang diproduksi dideteksi dengan penggunaan thiosulfation dan besi. Keberadaan bakteri coliform ditetapkan oleh deteksi penurunan laktosa ke asam dengan Ph indicator merah netral.

Kandungan: 
pepton ,laktosa, empedu lembu jantan, Nacitrat, natrium thiosulfat, ammonium besi (III) ctrat, brilliant green, netral re, agar-agar.

Pembuatan: 
larutkan 60g/L secarar sempurna,tuangkan kedalam plate.
Jangan autoclave PH 7.0±0.2 pada suhu 25 0C.

SPS( Sulfite Polimyxin sufadiazine )
Kegunaan: 
Untuk isolasi dan perhitungan clostridium perfringen dan clostridium perfringen semua tipe dari bahan makanan.
Prinsip kerja: 
Sulfite polymixin Sulfadiazin Agar berisi nutrient yang spectrum nya luas.Sulfit direduksi sebagian besar clostridium(termasuk Cl. Perfringen) menjadi sulfide,yang bereaksi dengan besi citrate dan menyebabkan koloni berubah menjadi hitam. Mikroorganis me lain yang dapt mereduksi sulfit di tekan oleh polymixin dan sulfadiazine.

Kandungan: 
Pepton dari kasein, ekstrak yeast, besi (III) citrate, sodium sulfat, polimixin B sulfate, sodium sulfadiazine, agag-agar.

Cara pembuatan: 
Larutkan 40g/ liter autoclave ( 15 menit 121 0C) PH 7.0±0.2 pada suhu 25 0C. pertumbuhan dari clostridia yang sensitive sulfit yang juga di pelihatkan

BK (Brusella Kanamisin)
Kegunaan: 
Untuk media selektif khusus untuk bakteri Clostridium,dengan penambahan Disk Obat Metronidase.
*Clostridium sensitive dengan metronidase.

Cetrimide
Untuk isolasi dan difrensiasi pseudomonas aerogenosa dari berbagai Janis bakteri lainya.

Prinsip kerja: 
Cetrimide sebagian besar menhambat pertumbuhan bakteri yang yang mengiringi pertumbuhan Ps. Aerogenosa.Konsentrasi ).3g/L menhambat bakteri yang mengiringi dengan memuasakan dan meminimalkan gangguan terhadap pertumbuhan Ps. Aerogenosa.Produksi pigmen tidak dihambat sewaktu tumbuh pada media ini.Warna pigmen kuning-hijau.

Kandungan: 
Pepton dari gelatin, magnesium klorida, potassium sulfat, ccetrimide, agar-agar.

Cara pembuatan:
Laruutkan 44.5 g/L tambah 10 ml gliserol/L,autoclave (15 menit 121 0C)tuangkan ke plate.PH 7 .0±0.2
Gambar : Cetrimide yang ditumbuhi bakteiri Pseudomonas aerogenosa.

KF Streptococccus
Kegunaan: 
Media selektif Sterptococcus spesies Enterococci .Untuk deteksi dan penghitungan enterococci.

Prinsip kerja: 
Maltose dan dan lactose di metabolism sebagian besar enterococci dengan dengan produsi asam dan jadi menignkatkan pertumbuhan bakteri ini,mikroorganisme yang tidak diinginkan sebagian besar ditekan sodium acid. Bentuk asam dideteksi oleh bromcresoll ungu dengan perubahan warna ke warna media menjadi kuning. Enterococci menurunkan TTC memberi fomazan merah dan jadi terlihat sebagai koloni yang berwarna merah.

Kandungan: 
Proteose pepton, extrack yeast, sodiumclorida, sodium glicerolphopat, maltose, lactose, sodiumacid, bromocresol purple, agar2, triphenil tetrazolium acid.

Hasil positif (tersangka): 
enterococcus faecalis, E.hirae dan E. eqiunus koloni berwarna merah dengan zona kuning disekitar koloni.

Cara pembuatan:
76,4 gram dilarutkan dalam 1L aquadest kemudian sterilkan dengan autoclave 121 0C selama 5 menit.Kemudian ditambah Triphenil tetrazolium Clorid 1%(1ml/100 ml larutan) ketika suhu 5 0C. Tuang di petridish.
Gambar : KF treptococci yang di tumbuhi enterococci.

Baird Parker
Kegunaan: 
untuk isolasi dan penghitungan Staphylococcus aureus pada makanan dan bahan pharmasi menurut BAIRD PARKER (1962)

Prinsip kerja: 
Media ini berisi Lithium clorida dan tilurit untuk menghambat pertumbuhan mikroba yang mengiringi, sementara sementara pyruvat dan glysin merangsang pertumbuhan staphylococcus.
Koloni staphylococcus memperlihatkan dua karakteristik utama ketika tumbuh pada medium gelap(gelap karena berisi kuning telur)
  1. Karakteristik zona dan cincin di bentuk sebagai hasil dari lipolysis dan proteulisis.
  2. Reduksi dari tellurit ke tellurium membentuk warna hitam.
Reaksi kuning telur dan reduksi tellurit sering ditemukan terjadi bersama reaksi koagulasi positif dan dapat jadi petunjuk akhir.

kandungan: 
pepto dari kasein, ekstrak daging, ekstrak yeast, Natrium pyruvat, glysin, lithium kolorida, aga-agar,
Tambahan : kuning telur emulsi tellurit, sulphamethazin (jika di minta)

Cara Kerja:
Suspensi bakteri ditanam dengan car goresan sjajar pada empat kuadaran media.
Inkubasi 24 jam suhu 37 0C

Ciri Koloni :
Stphylococcus aureus :Hitam,berkilap/licin, cembung,tepi putih dikelilingi zona terang. Cincin gelap dengan zona terang terluhat setelah inkubasi 48jam.
S. epidermidis :Hitam, mengkilap, bentuk tidak tertur, zona gelap mengelilingi koloni setalah inkubasi 24jam.
                                           Foto : Baird Parker yang di tumbuhi bakteri

Yersinnia Selective Agar
Media pertumbuhan selektif untuk Y enterocolitica dan Y pseudituberculosis.

Prinsip:
Mikroorganisme yang mengirin di hambat sebagian besar oleh campuran antibiotic(yersinia selective supplement’CIN”)Kristal violet dan garam empedu.Pertumbuhan yersinia walaupun ditingkatkan oleh piruvat dan nutrient yang tinggi)yersinia menurun kan keberadaaan manithol ke bentuk asam,oleh karena itu koloni berubah warna menjadi merah karena indicator phenol red.

Kandungan:
Pepton dari kasein, pepton dari daging, ekstrak yeas, mannitol, sodiumpirufat, sodium clorida, magnesium sulfat, campuran garam empedu, netral red, cristal violet,agar-agar.

Pembuatan:
Larutkan 58.5 g/Lautoclave, dinginkan sampai suhu 45-50 0C.Tambahkan satu botol kecil CNN ke dalam 500ml media dan campurkan dibawah kondisi sterril,tuangkan dalam plate.
PH 7.4±0.2 pada suhu 25 0C.

Pengecatan Bakteri Tahan Asam (BTA)

Pengecatan bakteri tahan Asam di gunakan untuk diagnosis secara miroskopis bateri tahan asam Micobacterium tuberculosis penyebab penyakit Tuberculosis (TBC). Cara Kerja pengecatan BTA :
1. Pasang label dibagian bawah kaca objek.
2. Buat apusan 2x3 fiksasi dengan spritus.
3. Genangi dengan Karbol Fuchin( Ziehl neelsens A),Panasih dengan lampu spritus sampai terlihat keluar uap. Diamkan selama 5 menit
5. Aliri air,(Aliran air jangan langsung mengenai apusan).
6. Genangi asam alcohol 3%( ZN B) sampai warna merah hilang(5-15 menit)
7. Aliri air.
8. Genangi Methilen Blue(ZN C) selama 10-20 dt.
9. Aliri air.
10. Keringkan di atas tissue
11. Amati dengan mikroskop perbesaran 100X.(menggunakan minyak imersi)
Foto : Bentuk sediaan dengan pengecatan BTA
Foto : Gambaran Bakteri Micobacterium tuberculosis di mikroskop (yang berwarna merah)

PENGECATAN GRAM

Pengecatan gram digunakan untuk membedakan bakteri gram positif dan bakteri gram negatif.
Contoh bakteri gram negative : Escherishia coli,Salmonella Typhi, Klebsiella pneumonia
Bakteri gram negative akan berwarna merah pada pewarnaan.gram.
Contoh bekteri gram positif : Staphylococcus aures, S. epidermidis, Streptococcus pyogenes.
Bakteri gram positif akan berwarna ungu pada pewarnaan gram.

Foto : Bakteri gram positif berbentuk batang (Basil)

                                           Foto : Bakteri gram positif berbentuk coccus (nulat)




Cara Kerja pengecatan Gram:

1. Buat apusan,(lebar).
2. Difiksasi sebentar,di api spritus.
3. Genangi Kristal violet (gram A), 1 menit.
4. Aliri air.
5. Genangi lugol (gram B), 1 menit.
7. Aliri air.
8. Genangi alkohol (gram C), ½ menit.
9. Aliri air.
10. Genangi safranin (gram D), 1 menit.
11. Aliri air.
12. Keringkan diatas kertas saring.
            13. Amati dengan mikroskop perbesaran 100X.

Media Bag 3

Media identifikasi adalah perbenihan yang digunakan untuk menentukan jenis bakteri. Biasanya digunakan beberapa media bersama-sama.
1.Gula-gula.
Urutan :
-Tutup, kapas putih kuning: Glukosa
-Tutup, kapas putih ungu: Laktosa
-Tutup,kapas putih hijau : Manitol
-Tutup,kapas putih merah :Maltosa
-Tutup,Kapas putih biru :Sakarosa.
Positif memfermentasikan gula-gula :warna merah larutan berubah menjadi kuning.
Ada tidaknya gas pada tabung durham glukosa juga harus dilihat.
Gambar : +(gas), +,+, +, +

2.Sulfur Indol Motility (SIM)
-Sulfur H2S + : Bakteri dalam mediaberwarna hitam.
Contoh : Salmonella
Gambar : H2S dan indol positif
-Indol positif : Bila ditambah Larutan kovak/indol akan muncul warna merah.
Contoh bakteri : E. coli
Gambar : Motility dan indol positif (pertumbuhan Bakteri menyebar)

3.Simon Citrat (SC)
Kegunaan :
Untuk identifikasi mikroorganisme (terutama entrobacteriaceae dan jenis fungi tertentu) berdasarkan kemampuan nya memetabolisme citrate, sebagai sumber karbohidrat.
Prinsip kerja:
Metabolisme citrate menyebabkan alkalinitas dari medium,yang diindikasikan dengan perubahan warna media dari PH indikator bromothymol blue menjadi biru tua.
Kandungan :
Ammonium dihidrogen phospat, dipotasium hydrogen phospat, NaCl, Bromothimol blue, agar.
Hasil positif : Warna media berubah menjadi biru tua.
Cara pembuatan:
Larutkan SC bubuk 22.5 g/L,autoclave 15 menit pada suhu 121 0C,masukan ketabung miringkan sampai mengeras. PH 6.6 ± 0.2 pada suhu 25 0C.
Positif (+) :
Jika setelah ditumbuhi bakteri (24 jam suhu 37 0C) warna media yang hijau berubah menjadi biru.
Contoh :
Bakteri E coli (-), Pseudomonas aerogenosa (+)
Gambar SC (+) .

4.TSIA
Untuk identifikasi enterobactericeae.
PRINSIP:
Penurunan gula dan diiringi produksi asam dideteksi dengan PH indikator phenol red, yang merubah warna dari merah-orange menjadi kuning,pada alkalinitas berubah menjadi merah pekat. Thiosulfat direduksi oleh hydrogen sulfidaa oleh beberapa spesies, hydrogen sulfide bereaksi dengan iron salt membentuk besi sulfide hitam.
Kandungan :
Pepton dari kasein, pepton daridaging, ekstrak yeast, ekstrak daging, sodum clorida, sukrosa, glukosa, ammonium iron(III) citrate,sodium thiosulfat, phenol red, agar-agar.
Pembuatan :
Larutkan TSIA bubuk 65 g/L aquades, pindahkan ke dalam tabung reaksi, autoclaf 25 menit pada suhu 121 0C,miringkan media sampai mengeras.
PH 7.4 ± 0.2 pada suhu 25 0C

5.Nitrat Agar
Gambar : Nitrat Agar.
Hasil positif (+) : jika setelah ditumbuhi bakteri (24 jam suhu 37 0C) di genangi reagen reagen nitri I (2tts) dan regen nitrit II (2tts) akan timbul warna merah-hitam.
*Tutup tabung : Merah biru
Gambar : Nitrat reduksi tes +

6. Urea
Untuk difrensiasi mikroorganisme yang dapat menurunkan/bereaksi urea
Prinsip kerja:
Urea dihidrolisis menjadi karbon diokside dan ammoniak oleh enzim urase. Ammonia yang dibentuk kemudian membuat media menjadi alkali, reaksi ini dideteksi menggunakan indicator phenol red yang mengubah warna kuning media menjadi ungu/merah.
Kandungan:
Pepton dari danging, glukosa, NaCl, Pottasium dihydrogen phosphate, phenol red, agar-agar.
Pembuatan:
Larutkan urea bubuk 21 g/L akuades, autoclaf (15 menit 121 0C),dinginkan sampai 45-55 0 C dan tambah 50 ml urea 40% dari larutan urea 40% yang di saring dan disterilisasi. Diamkan dalam keadaan miring sampai mengeras.
PH 6.8 ± 0.2 pada suhu 25 0C
Urea positif :
Klebiella, proteus, Enterobacter, Citobacter, .
Gambar : bakteri yang memfermentasiakan urea (urea +)
Positif :
Bila bakteri yang ditanam pada urea 24 jam inkubasi 37 0C membentuk warna ungu pada urea agar.
Contoh Bakteri yang urea + : Proteus, Morganella
* Tutup tabung : kapas ungu

7. Lysin Iron Agar (LIA).
Kegunaan :
Untuk deteksi bersama dari lycine decarboxilase (lCD) dan hidrogensulfida indentifikasi dari bakteri citobacter, khususnya salmonella dan Arizona.
Prinsip kerja :
Lysin di karboksilase oleh mikroorganisme member LCD positif member amin cadaverin yang menyebabkan PH indicator bromocresol ungu berubah warnanya menjadi violet. Karena dekarboksilasi hanya terjadi pada media asam ( PH < 6.0 ),kultur media harus diasamkan terlebih dahulu oleh fermentasi glukosa. Oleh karena itu hanya dapat digunakan untuk difrensiasi mikroorganisme yang dapat memfermentasi glukosa.
Mikroorganisme memfermentasi glukosa tapi LCD negative ,menyebabkan media berubah menjadi kuning. Perpanjangan inkubasi alkalinitas dari permukaan media dapat terjadi perubahan warna hasil menjadi violet. Produksi H2S menyebabkan penghitaman media karena bentuk dari iron sulfide.
Pengecualian beberapa strain Proteus morganii,deaminase lysine membentuk alfa ketokarbocilik acid, campuran ini berekasi dengan iron salt dekat permukaan medium, dibawah pengaruh oksigen berbentuk gabungan coklat kemerah-merahan.
Kandungan :
Pepton dari daging, ektrak yeast, glukosa (D+), Lysin monohidroclorida, sodium thiosulfat, ammonium iron III citrate, bromocrecol purple, agar-agar
Cara pembuatan:
Larutkan LIA bubuk 32g/L aquades, masukan kedalam tabung raksi, autoclave 15 menit suhu121 0C, miringkan hingga mengeras,PH 6.7 ±0.2 pada suhu 25 0C.
Gambar : LIA yang belum ditumbuhi bakteri
Positif (+) : Jika setelah ditumbuhi bakteri ( 24 jam inkubasi 37C) warna agar bertambah ungu.
Negatif (-) : Jika setelah di tumbuhi bakteri ( 24 jam inkubasi 37 C ) agar berubah warna.
*Tutup tabung : merah
Gambar : LIA +
Gambar : LIA -

8.MIO agar
Gambar: MIO yang belum ditumbuhi bakteri
Positif : Sama seperti pada LIA, warna media jadi tambah pekat
*Tutup tabung : Kapas putih
Gambar : MIO (–)

9.Arginin
Positif :Tidak berubah warna.

10.Phenil Alanin Agar (PAA)
Positif : Koloni bakteri pada PAA (sebelumnya inkubasi 24 jam) bila di tetesi FeCl3(Ferri chloride 10% ) akan berwarna hijau-biru.
Gambar : PAA +
Contoh + :Proteus sp.
*tutup tabung : Putih hijau

11.Bile Aesculin agar (BE)
BE positif (+) : Jika setelah ditumbuhi bakteri ( 24 jam inkubasi 37 0C) warna agar menjadi berwarna hitam.
Contoh : S. fecalis.
*Tutup tabung : kapas biru hitam
Gambar : BE +

12.Nutrien gelatin
Kegunaan :
Menentukan perhitungan mikroba dari air atau deteksi mikroorganisme yang yang dapat /menurunkan mengencerkan gelatin.
Prinsip kerja :
Mikroorganisme yang menurunkan gelatin menyebabkan pengenceran di sekitar koloni.
Kandungan :
Pepton dari daging, ekstrak daging, gelatin.
Cara pembuatan :
Larutkan secara sempurna gelatin bubuk 128 g/L, autoclave 10 menit 115 0C,PH 7.4 ± 0.2
Bakteri yang gelatinnya + : S. aureus ATCC 25923
S. marcescens ATCC 14756
P. aerugenosa ATTC 27853
B cereus ATCC 11778

13.Dnase Agar
Kegunaan : Untuk identifikasi mikroorganisme, khususnya Staphylococcus yang Dnase +
Prinsip kerja :Koloni memproduksi Hidrolisa Dnase asam deoksiribonukleat isi dari media ini berada di sekitar mereka. Kalau medium degenangi atau diasami dengan HCl 1N, DnA mengendap/kekeruhan dan zona terang terlihat disekitar koloni yang Dnase positif
Kandungan :
Tryptose, NaCl,deoksi ribonukleat acid,agar.
Hasil positif (tersangka) :
Cara Kerja :
Cara pembuatan:
Larutkan 42 g/L aquades,autoclave 15 menit 121 0C tuangkan ke plate.Ph 7.3 ± 0.2 pada suhu 25 C

14.BCA (Bacillus Cereus Agar)
Kegunaan : identifikasi B. cerues
Positif : Jika setelah ditumbuhi bakteri ( 24 jam inkubasi 37C) warna media disekitar koloni berubah menjadi biru.
Gambar : BCA +

15.Amilase
Bakteri Amilase nya + : Jika ditanam pada MH plate,setelah inkubasi 24 jam 37 0 C digenangi lugol/gram B terdapat zona disekitar koloni.
Gambar: Amilase +